Sejarah Radio Taiso

Dari sebuah eksperimen radio tahun 1928 menjadi ritual harian jutaan orang — dan kartu stempel musim panas yang dikenang setiap anak Jepang.

Kapan Radio Taiso dimulai?

Radio Taiso pertama kali mengudara di radio Jepang pada 1 November 1928, diluncurkan untuk memperingati naik takhtanya Kaisar Hirohito dan terinspirasi oleh program senam radio yang disiarkan di Amerika Serikat pada era 1920-an.

Idenya menyeberangi samudra: para pegawai biro asuransi jiwa pos Jepang telah melihat Metropolitan Life Insurance mensponsori siaran senam pagi di kota-kota Amerika, lalu mengusulkan hal yang sama untuk Jepang — sebuah kebiasaan sehat nasional yang disampaikan lewat media massa terbaru pada zamannya. NHK menyiarkannya, sistem asuransi pos mempromosikannya, dan dalam beberapa tahun saja senam pagi lewat radio telah menjadi rutinitas di seluruh negeri.

Mengapa Radio Taiso dilarang lalu lahir kembali?

Setelah Perang Dunia II, otoritas pendudukan menghentikan siarannya pada 1946, karena waspada terhadap penggunaannya untuk baris-berbaris massal yang seragam. Siaran ini kembali dalam bentuk modernnya pada Mei 1951 dengan musik dan gerakan baru yang lebih lembut, dirancang murni demi kesehatan.

Radio Taiso No. 1 yang lahir kembali — dengan musik gubahan komponis Tadashi Hattori — sengaja dirancang ulang di sekitar kesejahteraan individu: sebuah mars yang lebih pelan dan bersahabat, yang dapat diikuti tubuh biasa dari segala usia. Rangkaian 1951 itu praktis tak berubah lebih dari tujuh puluh tahun kemudian, salah satu siaran harian terlama di dunia. Radio Taiso No. 2, versi lebih dinamis untuk tempat kerja, menyusul pada 1952.

Apa itu kartu stempel Radio Taiso?

Setiap liburan musim panas, anak-anak Jepang berkumpul di taman lingkungan pukul 6.30 pagi, melakukan senam bersama-sama, dan menerima stempel di kartu kehadiran (kartu shusseki) untuk setiap pagi yang dihadiri — sebuah tradisi yang berjalan sejak era 1950-an.

Kartu yang penuh sering berhadiah kecil — sebatang pensil, sebuah buku tulis — tetapi hadiah sesungguhnya adalah kebiasaan itu sendiri dan kebersamaan lingkungannya: anak-anak yang masih mengantuk, kakek-nenek, dan satu orang dewasa yang membawa radio jinjing, semuanya saling membungkuk memberi hormat saat musik berakhir. Kartu stempel di situs ini adalah penghormatan digital untuk ritual itu. Lakukan senamnya, kumpulkan stempel hari itu, jaga rekor beruntunnya.

Apakah Radio Taiso masih dilakukan hingga kini?

Ya — NHK masih menyiarkannya setiap pagi, diperkirakan puluhan juta orang di Jepang setidaknya sesekali melakukannya, dan perusahaan, sekolah, serta pemerintah daerah tetap menjadikannya ritual harian bersama.

Anda akan menemukannya membuka jam kerja pabrik, mewarnai hari olahraga sekolah, dan mengumpulkan para pensiunan di taman-taman di setiap prefektur. Ia juga diam-diam mendunia, terbawa oleh rasa penasaran, nostalgia, dan makin banyaknya bukti ilmiah tentang manfaat gerakan singkat yang teratur. Situs ini hadir untuk menyerahkan tradisi tersebut kepada pagi-pagi di seluruh dunia — dalam bahasa apa pun, zona waktu apa pun, dan kecepatan apa pun.

Sumber

Mulai siaran